Jumat, 25 Maret 2011

Benar kah Nama Baphomet Berasal Dari Kata Mohamet (Muhammad) ???

Benar kah Nama Baphomet Berasal Dari Kata Mohamet (Muhammad) ???

Banyak orang menafsirkan Baphomet sebagai pengaruh dari Perang Salib. Di mana para Ksatria Templar merasa kagum dengan ajaran Nabi Muhammad, kemudian menjadikan nama "Muhammad" sebagai nama dari sesembahan mereka. Sehingga kata Baphomet merupakan nama yang terinspirasi dan Mohamet atau Abufzhamet yang artinya "bapak kebijaksanaan". Mereka merasa yakin dengan alasan terebut, dikarenakan nama Baphomet baru dikenal setelah Perang Salib.

Pernyataan para sejarawan tersebut patut diragukan mengingat nama Baphomet sudah lama dikenal; dalam bahasa Yunani berarti 'kebijaksanaan'. Pengertian Baphomet yang dihubungkan berasal dari Mohamet atau Abufihamet merupakan cara berpikir yang melecehkan kesucian Nabi Muhammad saw, sebuah rencana dan konspirasi orang-orang yang mendiskreditkan kesucian Rasulullah.

Alasan menghubungkan Baphomet dengan Mohamet tidak dapat dibuktikan secara ilmiah historis. Penafsiran spekulatif dihubungkan pula dengan rasa benci, dendam, tetapi juga kagum terhadap kaum muslimin di bawah pimpinan Salahuddin al Ayyubi yang menunjukkan sikap ksatria, tangguh, dan tidak terkalahkan, sehingga mereka menyangka bahwa Nabi Muhammad itu adalah dewa kekuatan yang disembah umat Islam. Tentara Templar itu melihat para tentara Islam di bawah Salahuddin al Ayyubi yang membawa panji dan bendera yang berlambangkan bulan bintang, kemudian menyangka bahwa panji-panji itu, beserta Nabi Muhammad merupakan dewa-dewa kemenangan umat Islam.

Kemudian setelah kembali ke tanah air mereka, dibuatlah rekayasa sesembahan mereka yang baru dengan menciptakan gambaran bapak dewa Muhammad yang disebut "Abu Muhammad", atau "Abufuhamet" yang kemudian menjadi Baphomet. Lambang Baphomet menunjukkan anti Islam dengan cara membelah bulan, di sebelah kiri atas dibuatkan gambar bulan yang benderang sedangkan di sebelah kanan bawah adalah lambang bulan yang gelap, seakan-akan sebuah simbol untuk menghancurkan "bulan bintang" sebagai lambang Islam, yang semula benderang diantara bintang-bintang untuk dihancurkan sehingga tidak lagi berbinar dan jatuh ke bumi.

Khutbah Rasulullah SAW tentang Dajjal

Dari Abi Umamah Al-Bahiliy, beliau berkata: “Rasululah s.a.w telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal. Baginda telah bersabda: “Sesungguhnya tidak ada fitnah (kerosakan) di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang dibawa oleh Dajjal. Setiap Nabi yang diutus oleh Allah SWT ada mengingatkan kaumnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi yang terakhir sedangkan kamu adalah umat yang terakhir. Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi (angkatan) kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin. Kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya. Dan sebenarnya Allah SWT akan menjaga orang-orang mukmin.
“Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam dan Irak. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan saya terangkan kepada kamu ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya.
“Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahawa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati. Dajjal itu cacat matanya sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca atau buta huruf.
“Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurganya sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas. Sesiapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk.
“Di antara tipu dayanya itu juga dia berkata kepada orang Arab: “Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah atau ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai Tuhanmu?” Orang Arab itu akan berkata: “Tentu.” Maka syaitan pun datang menyamar seperti ayah atau ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama dan suaranya pun sama. Ibu bapanya berkata kepadanya: “Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu.”
“Di antara tipu dayanya juga dia tipu seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia katakan kepada orang ramai: “Lihatlah apa yang akan kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan kuhidupkan dia semula. Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula. Kemudian Laknatullah Alaih itu bertanya: “Siapa Tuhanmu?” Orang yang dia bunuh itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: “Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah.”
Orang itu bererti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi darjatnya di syurga.”
Kata Rasulullah s.a.w lagi: “Di antara tipu dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan tiba-tiba hujan pun turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya tiba-tiba tumbuh. Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak me-ngakunya sebagai Tuhan, maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman dan ternakan mereka tidak menjadi.
“Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Kedua-dua kota itu tidak dapat ditembusi oleh Dajjal kerana dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak pinggiran Makkah dan Madinah. Namun demikian ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi. Ketika itu orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.
Dalam hadis yang lain, “di antara fitnah atau tipu daya yang dibawanya itu, Dajjal itu lalu di satu tempat kemudian mereka mendustakannya (tidak beriman kepadanya), maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman mereka tidak menjadi dan hujan pun tidak turun di daerah mereka. Kemudian dia lalu di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh langit supaya menurunkan hujannya dan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka subur.”
Dari Anas bin Malik, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, iaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai orang dan orang jujur tidak dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai.”
Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w ada bersabda: “Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal (di luar Madinah), kota Madinah bergegar tiga kali. Orang-orang munafik yang ada di Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu.
Itulah yang dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi.”
Diriwayatkan oleh Ahmad, hadis yang diterima dari Aisyah r.a. mengatakan: “Pernah satu hari Rasulullah s.a.w masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat saya menangis beliau bertanya: “Mengapa menangis?” Saya menjawab: “Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan Dajjal, maka saya takut mendengarnya.”
Rasulullah s.a.w berkata: “Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat.”
Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang kepada agama dan jahil tentang agama. Pada zaman Dajjal ada empat puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa.”
Ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami solat lima waktu juga?” Rasulullah s.a.w menjawab: “Ukurlah berapa jarak solat yang lima waktu itu.”
Menurut riwayat Dajjal itu nanti akan berkata: “Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?” Katanya sambil ditahannya matahari itu, sehingga satu hari lamanya menjadi satu minggu atau satu bulan.
Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia: “Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?” Mereka semua menjawab: “Ya, kami ingin.” Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.
Menurut riwayat Muslim, Rasulullah s.a.w bersabda: “Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh. Saya sendiri pun tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah SWT mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin Mas’ud dan kemudian membunuh Dajjal itu.”
Dan menurut ceritanya setelah munculnya Dajjal hampir semua penduduk dunia menjadi kafir, yakni beriman kepada Dajjal. Menurut ceritanya orang yang tetap dalam iman hanya tinggal 12,000 lelaki dan 7,000 kaum wanita. Wallahu A'lam.

Bayi Dajjal Telah Lahir, Benarkah?

Bayi Dajjal Lahir Di Israel
Beredar Foto seorang bayi dengan mata satu diberbagai media-media forum di internet, bayi yang diyakini lahir di Israel tersebut juga banyak menjadi perdebatan, karena sebagian diantara netters di forum, menyatakan bahwa bayi ini merupakan dajjal yang akan datang kedunia pada saat hari kiamat tidak lama lagi akan tiba.
Berikut adalah foto bayi bermata satu yang banyak menimbulkan pro dan kontra dikalangan netters dan menjadi ajang perdebatan dibeberapa forum-forum internet.

Sabtu, 12 Maret 2011

Freemason & Penyebarannya Di Berbagai Media

Freemason adalah organisasi rahasia yg bekerja untuk kepentingan Zionist. Awalnya mereka bekerja dan bergerak secara sembunyi-sembunyi, namun kini, mereka mulai berani menampakkan batang hidungnya. Freemason sendiri sebenarnya merupakan jelmaan dari pengikut Knight Templar yg dinyatakan kafir oleh pihak gereja pada zamannya. Mereka dinyatakan kafir karena terbukti mengamalkan ilmu-ilmu sihir kabbalah, dan pagan Yahudi kuno yg mereka temukan di bawah Dome Of Rock, Yerussalem. Kitab-kitab sihir tersebut merupakan kitab yg disita Nabi Sulaiman a.s dari kaum pagan Yahudi pada masanya.  

Seperti diceritakan dalam kitab-kitab Illahiah ketika Musa a.s (Moses) melemparkan tongkatnya, maka Allah merubahnya menjadi seekor ular. Tetapi ketika para penyihir Fir'aun melempar tali temali dan tongkatnya, maka yg terjadi adalah ilmu sihir (ilusi optikal). Pada hakikatnya, itu tetaplah tali temali dan tongkat, tetapi karena pengaruh ilusi optikal maka seolah-olah terlihat seperti ular. Hal ini terjadi karena masyarakat Mesir saat itu sudah terkondisikan dan dibombardir proses hipnotis yg berkepanjangan melalui propaganda simbol-simbol sigil hieroglyph, yg menjadikan mereka mudah tersihir dengan manipulasi visual tersebut. 

Tetapi mereka yg memiliki "mata hati", -atau dalam hal ini kita sebut; tidak tersugesti dengan propaganda simbol hieroglyph,- tidak akan tertipu dengan manipulasi visual tersebut. Metode sihir hipnotis telah dipraktekan oleh para penyembah syaithan sejak zaman Mesir Kuno dengan media hieroglyph. Pengetahuan rahasia ini dijaga secara turun temurun oleh kaum Luciferian, Kabbalah, Knight Templar, Illuminati, Freemasons, Zionis dan lain sebagainya. 


Yang berbeda hanya sarana dan medianya saja, sedangkan konsep dan polanya sama saja, yakni dengan menjejalkan simbol-simbol sigil ilmu sihir. Bila pada zaman Mesir Kuno menggunakan hieroglyph, maka sesuai dengan perkembangan zaman, saat ini Freemasons mempersembahkan ilmu sihir dalam bentuk lain. Dan media yg paling efektif untuk menyampaikan propaganda mereka adalah media yg paling banyak dikonsumsi oleh manusia kebanyakan. Apa itu? Ya, dunia hiburan. 

Ilusi yg mereka ciptakan saat ini berbentuk pesan-pesan propaganda yg tersembunyi ataupun terang-terangan melalui film, televisi, kartun, musik, dan media-media penggerak lainnya. Dan mesin-mesin media inilah yg terus menerus bekerja untuk memfitnah dan menghancurkan karakter Islam. Dan saat ini, pesan propaganda pun terus berlangsung dengan gencarnya. Pemicunya adalah simbol-simbol sigil yg disebar melalui media;

buka..
 



Knight of Templar 

Knight of Templar juga disebut sebagai tentara miskin Pengikut Yesus Kristus dan Bait Salomo. Disebut miskin karena tergambar dari logo yang mereka gunakan, seperti dua tentara yang menunggang seekor keledai. Untuk menunjukkan bahwa mereka miskin, sampai-sampai satu keledai harus dinaiki dua orang tentara Knight of Templar. Bahkan tercatat, mereka dipaksa untuk makan tiga kali saja dalam semingu. Sedangkan nama Bait Salomo mereka pakai karena mereka menjadikan markas mereka yang dipercayai sebagai situs runtuhnya Bait Salomo atau Solomon Temple. 

Tapi sesungguhnya, pemilihan markas di bukit ini bukan sebuah kebetulan yang bersifat geografis semata, karena para pendiri ordo Knight of Templar sesunguhnya punya cirta-cita sendiri untuk mengembalikan kejayaan dan berdirinya Bait Salomo sebagai tempat suci kaum Yahudi atau tempatnya kaum Mason. Sepanjang bisa terlacak, pendiri ordo ini adalah dua ksatria Prancis, yaitu Hugh de Pavens dan God frey de St Omer. Spekulasi dari kalangan sejarawan mengatakan, bahwa ada darah-darah Yahudi yang mengalir dalam tubuh dan cita-cita para pendiri Ordo Knigh of Templar. 

Para perwira tinggi Kristen tersebut, sesungguhnya proses convertion yang mereka lakukan hanyalah cara untuk menyelamatkan diri, dan sesungguhnya mereka masih berpegang teguh pada doktrin-doktrin Yahudi, terutama Kabbalah. Meski mereka menamakan diri sebagai tentara miskin, sesunguhnya mereka tidak miskin-miskin amat. Atau setidaknya, masa miskin itu hanya mereka rasakan di awal-awal berdirinya Knight of Templars. Dalam waktu yang singkat mereka mampu menjadi sangat kaya raya dengan jalan melakukan kontrol penuh terhadap peziarah Eropa yang datang ke Palestiana. 

Salah satunya adalah dengan cara merekrut anak-anak muda putra para bangsawan Eropa yang tentu saja akan melengkapi anak mereka dengan perbekalan dana yang seolah tak pernah kering jumlahnya. Mereka juga disebut sebagai perintis sistem perbankan pertama pada abad pertengahan. Saat itu banyak orang-orang Eropa yang ingin pindah atau setidaknya berziarah ke Palestina. Dan tentu saja perjalanan yang jauh dari Eropa memerlukan bekal yang tidak sedikit. Ada yang membawa seluruh harta mereka dalam perjalanan, tapi karena tentara Salib disepanjang perjalanan hidup dalam kondisi yang sangat mengenaskan dan mereka sangat tergiur oleh harta kekayaan, tidak jarang terjadi perampokan bahkan saling bunuh antar orang Kristen disepanjang perjalanan menuju Palestina. 

Lalu ditemukan cara, para peziarah tidak perlu membawa harta mereka dalam perjalanan. Mereka hanya perlu menitipkannya pada sebuah perwakilan Templar di Eropa, mencatat dan menghitung nilainya dan mereka berangkat ke Palestina berbekal catatan nilai harta yang nantinya akan ditukarkan dengan nilai uang yang sama di Palestina. Gerakan ini banyak didominasi oleh Ordo Knight of Templar yang membuat mereka sangat kaya raya karena mendapat keuntungan dari sistem bunga yang mereka kembangkan. Dan inilah embrio atau cikal bakal perbankan yang kita kenal sekarang.

Markas Knight of Templar di Prancis menjadi rumah penghimpunan harta terbesar di Eropa. Lambat laun mereka menjadi bankir bagi para Paus dan Raja. Bagaimana tidak cepat kaya, setiap tahunyya King Henry II of England mendonasikan uang untuk menanggung biaya hidup 15.000 tentara Knight of Templar dan juga Knight Hospitaler selama mereka berperang dalam Perang Salib di tahun 1170. 

Untuk menggambarkan betapa besarnya institusi perbankan yang dijalankan Templar, pada saat itu organisasi ini memiliki 7.000 pegawai lebih hanya untuk mengurusi masalah keuangan. Mereka juga memiliki tak kurang dari 870 istana, kastil, dan rumah-rumah para bangsawan yang terbentang dari London hingga Yerusalem. Nah! Karena ordo ini sangat berkuasa, lambat laun mereka mulai menampakkan ciri aslinya, yakni sebagai penganut Mason. Mereka mengembangkan doktrin dan ajaran mistik, juga kekuatan sihir di biara-biara mereka. Mereka memuja setan dan mendatangkan roh-roh untuk berkomunikasi. 

Apa yang mereka praktikkan ini disebut sebagai Kabbalah, sebuah tradisi mistik Yahudi kuno yang telah berkembang bahkan sejak zaman sebelum Firaun. Mengetahui hal ini, Raja Prancis Philip le Bel, pada tahun 1307 mengeluarkan seruan untuk menangkap dan membubarkan ordo Knight of Templar karena dituduh telah melakukan bidah. Dalam perkembangannya, Paus Clement V turut bergabung untuk memerangi kaum Mason ini dengan mengeluarkan kembali vonis inkuisisi. 

Terjadi banyak penangkapan dan interogasi, dan beberapa pimpinan Ordo Knight of Templar yang bergelar Grand Master (penyebutan ini masih dipakai sebagai tingkat tertinggi dalam gerakan Freemasonry sampai sekarang) menjadi korban. Pada tahun 1307, Raja Philip IV memerintahkan penangkapan Jacques de Molay. Dan setelah melalui penyiksaan demi penyiksaan, de Molay mengakui segala ritual bidah yang dilakukan oleh Ordo Templar. Pada tahun 1312, Ordo Knight of Templar dilarang dan dibubarkan. Dan atas perintah Gereja dan Raja , dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1314, para pimpinan Templar dihukum mati, termasuk Jacques de Molay, salah satu Grand Master terpenting Ordo Templar. 

Jacques de Molay sendiri divonis sebagai heretic (bid’ah) atau kafir dan dihukum dengan cara dibakar hidup-hidup di depan raja Philip IV. Dan sebelum menghembuskan napasnya, de Molay mengeluarkan kata-kata bahwa Raja Philip dan Paus Clement harus mengikutinya, mati, dalam waktu satu tahun. Dan sejarah mencatat, Raja Philip IV meninggal tujuh bulan kemudian, disusul Paus Clement sebulan setelah Raja Philip. Setelah itu terjadi pemusnahan besar-besaran, sekali lagi atas kaum Yahudi, dan kali ini bermula dengan kasus Knight of Templar atau kaum Mason. Pemusnahan ini tak hanya terjadi di Palestina, tapi juga terjadi di Eropa. Mereka diburu untuk ditangkap dan dibunuh. Sampai akhirnya mereka berhasil melarikan diri dan mendapat perlindungan dari Raja Skotlandia, Robert The Bruce yang dilantik dan menduduki singgasana Raja pada tahun 1306. Dan di tanah baru ini pula mereka menyusun kekuatan kembali. Dan Skotlandia menjadi salah satu yang menentukan dalam perkembangan gerakan Freemason. 
Monumen freemason
salah satu petinggi freemason
 

oke,kita lanjut sekarang ke ahmad dhani,lho??..knp jd ke ahmad dhani ni topiknya, nanti ane coba jelasin dari awal..minum kopi dulu ahh biar nyantai ngetiknya..??
 
ahmad dhani dengan freemason
Ahmad Dhani adalah cucu dari Jan Pieter Frederich Kohler.Ibunya,Joyce,telah sangat baik mendidik dia sebagai seorang Masonic.Namun secara kasat mata,Ahmad Dhani menampilkan dirinya seolah-olah seorang Muslim yang sufistik.Padahal yang dianut Dhani adalah Theosophie suatu ajaran kebatinan buatan orang2 Free Mason.

Dhani mengkampanyekan simbol2 Masonic dalam semua albumnya.Bahkan dari album pertama,Dhani sudah mengkampanyekan simbol-simbol setan.Tidak hanya simbol,Dhani juga menyisipkan lirik-lirik yang membahayakan keimanan kepada Tuhan yang benar.

ALBUM DEWA 19(1992)
Pada cover depan album Dewa 19 tahun 1992,Dhani meletakkan sebuah gambar piramid.Gambar piramid ini,jika diperbesar,maka akan tampak bahwa ada sesuatu di atas puncak piramid itu.Sesuatu yang cendrung berbentuk bulat.Mungkin itu adalah lambang si satu mata(an eye)yang dikenal sebagai lambang The Eye of Evil (mata Iblis atau mata Dajjal).Lambang piramid terpancung yang diatasnya ada segitiga dengan satu mata di dalamnya merupakan lambang salah satu gerakan Masonic,yaitukelompok Illuminati.

Lambang seperti ini juga ada pada uang satu dollar Amerika Serikat.George Washington memang salah satu anggota gerakan Mason.Dan banyak pendiri Amerika adalah Masonic.Bahkan hingga saat ini,para petinggi Amerika,kebanyakan adalah Masonic.Bush junior adalah seorang Masonic yang merupakan anak dari Bush senior, seorang Masonic tingkat 33.

ALBUM TERBAIK-TERBAIK(1995)
Dalam cover belakang album ini,Dhani memuat lambang Dewa Ra,dewa matahari dalam mitologi Mesir kuno.Dalam Yudaisme,dewa Ra adalah salah satu tuhan mereka.Di sinagog, lambang ini pun lazim dipajang. Dalam album ini juga terdapat gambar satu halaman Protocol of Zions dalam bahasa Ibrani yang dimuat secara terbalik.Untuk bisa melihatnya,kita harus menghadapkannya ke cermin terlebih dahulu. Dhani juga memuat foto empat personil Dewa tengah berdiri di bawah gambar lingkaran dengan satu titik di tengahnya (circle with a dot).Ini merupakan salah satu lambang okultisme.
 Anehnya,lambang pemujaan setan seperti ini dibuat dalam bentuk besar di St.Peter Square,Vatikan.

ALBUM THE BEST OF DEWA 19(1999)
Di cover depan album The Best of Dewa 19 yang dirilis tahun 1999,ada dua lambang yang dimuat. Pertama,tulisan tangan italic yang ditumpuk menjadi satu sehingga membentuk garis lurus.Satu garis horizontal dan satu garis vertical,hingga membentuk seperti salib miring.Tanda panah di bawah menginstruksikan kepada kita agar memutarnya 90 ke kiri.Di kepala salib itu terdapat gambar empat personil Dewa yang jika dicermati membentuk elips.

Ini sama dengan simbol okultisme yang terdapat pada lambang Dewa Horus.Lambang seperti ini juga terlihat pada cover yang berisi lirik lagu.Di situ ada garis-garis putih saling menyilang seperti salib dengan elips di bagian atasnya. Kedua,pada cover depan di sebelah kiri bawah.Di situ ada gambar seorang gadis dengan rambut panjang terurai,di kepala si gadis seolah ada pusaran air.Jika diperbesar,maka akan terlihat bahwa pusaran air dan rambut si gadis itu sesungguhnya adalah mata dari Dewa Horus. ALBUM

BINTANG LIMA(2000)
Gambar sayap dengan hati di tengah lazim dipakai sebagai salah satu simbol gerakan perkumpulan Teosofie Yahudi. Simbol ini juga dijadikan lambang kelompok musik Dewa.Lambang ini juga dipakai pada album Atas Nama Cinta

ALBUM CINTAILAH CINTA(2002)
Dewa secara berani menampilkan simbol Eye of Horus Horus adalah Dewa berbentuk burung dalam mitologi Mesir Kuno.Horus dipercaya sebagai anak dari Osiris, hasil perkimpoiannya dengan Isis.Bila kita melihat patung Isis dan Horus Bayi,yaitu patung dari Isis yang sedang menimang Horus yang masih bayi patung itu begitu mirip dengan patung Maria dan Yesus Bayi.

ALBUM LASKAR CINTA (2004)
Inilah album yang menjadi sandungan grup Dewa karena telah meletakkan kaligrafi Allah pada tempat yang tidak semestinya.Selain itu tipologi tulisan Laskar Cinta, apabila diputar 180, maka akan terlihat tipologi huruf Ibrani.Dalam album ini,Dhani juga berterimakasih kepada opanya,Frederich Kohler,atas gen keturunannya.Dhani juga sering mengenakan kalung bermata bintang David(Hexagram).

Dalam album ini juga terdapat lagu Sweetest Place yang merupakan penantian atas datangnya si satu mata.Kemudian juga Atas Nama Cinta,yang merupakan lagu kritikan atas mereka yang berbuat kebaikan atas Nama Tuhan.Dhani berkata,Atas nama cinta saja,jangan bawa nama Tuhan.Theosofie memang mengajarkan agar kita hanya fokus kepada cinta kepada sesama manusia dan tidak peduli kepada cinta kepada Tuhan.

Mereka mengajarkan Pluralisme, bahwa siapa tuhanmu adalah tidak penting, yang penting adalah hatimu yang mencintai sesama manusia. Pemikiran seperti ini disebarkan agar manusia-manusia yang sudah tersesat dan menyembah tuhan-tuhan palsu tidak lagi peduli untuk meneliti apakah yang mereka sembah itu betul-betul Tuhan atau bukan.Padahal,kita harus mengenal dulu siapa Tuhan yang akan kita sembah,baru kita menyembah-Nya dengan berbagai kebajikan.Jika kita tidak teliti, bisa-bisa yang kita sembah bukannya Tuhan, malah Iblis.Dan yang pertama kali harus kita cintai adalah Tuhan,baru kemudian manusia.

Jawab Yesus:“Hukum yang terutama ialah: Dengarlah,hai orang Israel,Tuhan Allah kita,Tuhan itu esa.Kasihilah Tuhan,Allahmu,dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.Dan hukum yang kedua ialah:Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” [Markus 12:29-31] Dalam ayat itu,kita harus tahu bahwa Tuhan itu tunggal,bukan tritunggal.

Dan kita harus lebih dahulu mencintai Tuhan dengan hati kita(meyakini),dengan segenap jiwa kita (bersungguh-sungguh dalam membela-Nya),dengan segenap akal budi kita(mengenal-Nya dengan ilmu dan dasar yang benar,bukannya fanatik buta),dan dengan kekuatan kita(segala perbuatan lahiriah yang baik menurut ajaran Tuhan).Baru kemudian mengasihi sesama manusia seperti kita mengasihi diri sendiri.

Dan aku mengasihi kalian sebagaimana aku mengasihi diriku sendiri,di mana aku tidak ingin bila diriku terjerumus kepada penyembahan berhala dan segala ilah palsu.Aku sedih melihat sebagian manusia yang menyembah ilah yang tidak mereka kenal (Yohanes 4:22).Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana (Roma 1:23). Yohanes 4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal,kami menyembah apa yang kami kenal. Roma 1:23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana.
"Maksud Tersembunyi Dalam Lambang Illuminati (Freemasonry)"
 
Heksagram

Heksagram terdiri atas dua segitiga yang posisi saling berlawanan sehingga membentuk enam sudut. Jika heksagram kita tempatkan di atas lambang Great Seal, ada 5 sudut yang mengarah pada kata-kata bahasa latin di dalamnya.
Di sisi atas tertulis kata “Annuit Coeptis” yang dalam bahasa Inggris berarti “Announcing the Beginning of”, sedangkan pada sisi bawah Great Seal tertulis “Novus Ordo Seclorum” yang berarti “New World Order”. Heksagram yang ditempatkan di atas Great Seal, akan mengarah pada objek masing-masing,

jika berdasarkan arah jarum jam (kiri-kanan), maka akan diperolehi: Sudut 1 menunjukkan huruf A dari kata Annuit Sudut 2 menunjukkan “The all-seeing eye” Sudut 3 menunjukkan huruf S dari kata Coeptis Sudut 4 menunjukkan huruf M dari kata Seclorum Sudut 5 menunjukkan huruf O dari kata Order Sudut 6 menunjukkan huruf N dari kata Novus
Dengan demikian, huruf-huruf yang terkumpul adalah ASMON. Tentu saja ini merupakan sebuah anagram. Dan untuk mencari kemungkinan urutan katanya, dengan menggunakan software Anagram Genius V.1. akan menemukan ASMON sebagai anagram dari MASON dengan tingkat ketepatan 87%. Seperti yang kita tahu, Mason adalah ungkapan pendek dari organisasi Freemason, yang dikatakan terlibat berbagai konspirasi tingkatt tinggi dan telah berhasil mengubah “wajah dunia” kita seperti sekarang ini.

Lambang dari organisasi ini adalah jangka sudut dan siku, tambahan pula jika lambang tersebut kita letakkan di atas Great Seal, maka akan menunjuk pada objek-objek yang sama dengan apa yang telah disebutkan di atas. Organisasi selalu menyamarkan kewujudannya di dalam berbagai lambang yang biasanya terungkap di dalam berbagai bentuk-bentuk geometri sehingga nisbah emas (Phi).
The Great Seal

“The Great Seal” ditetapkan menjadi salah satu lambang negara Amerika pada 20 Jun 1782. Gambar disebaliknya tidak pernah diketahui sampai akhirnya lambang tersebut dijadikan sebagai sebagian dari mata uang dolar ketika masa pemerintahan seorang Mason, Roosevelt. Mata yang terdapat di atas piramid Mason pada “The Great Seal” adalah “Mata Tuhan”.

Mata Tuhan yang sedang mengawasi dan pengelihatannya mampu menembus hati. The Great Seal penuh dengan makna-makna tersembunyi berkenaan misteri yang meliputinya. Fakta-fakta dibalik misteri simbol Mason, The Great Seal, antara lain: Pada ranting pohon zaitun, daun berjumlah 13 Pada cakar kanan, anak panah berjumlah 13 Pada kalimat, “E Pluribus Unum”, huruf-hurufnya berjumlah 13 Pada sisi atas elang, terdapat bintang yang berjumlah 13 Pada sayap kanan, bulu berjumlah 32 yang melambangkan tingkat 32 dalam derajat Freemason Pada gambar Piramid,

jumlah lapisan batu granit adalah 13 yang mewakili 13 keturunan Illuminati Pada kalimat Annuit Coeptis, huruf-hurufnya berjumlah 13 Yang perlu diperhatikan adalah pada elang The Great Seal, jumlah bulu pada sayap kanan ada 32, sedangkan sayap kiri berjumlah 33. Angka 32 pada sayap kanan mewakili jumlah tingkatan pada Scottish Rite, dan 33 mewakili 33 tingkatan Freemasonry. Jumlah bulu ekor ada 9, ini melambangkan 9 tingkatan Mason yang ada di York Rite.

Elang itu sendiri merupakan ikon Masonry yang telah digunakan secara luas oleh Scottish Rite. Jika diperhatikan dengan teliti, kita akan menemukan 13 pentagram pada sisi atas kepala elang. Pentagram-pentagram itu disusun dengan membentuk formasi heksagram atau Seal of Solomon yang lebih besar lagi. Heksagram adalah lambang yang digunakan kaum pagan untuk membangkitkan syaitan.

Ini juga merupakan mewakili lucifer (666) yang terbentuk dari 6 titik, 6 sudut, dan 6 permukaan. Lambang burung elang yang digunakan Mason menggantikan burung Phoenix sebagai simbol kenegaraan pada tahun 1841. Phoenix adalah simbol persaudaraan sejak zaman Mesir kuno. Phoenix dipakai oleh para pendiri (Founding Fathers) negara Amerika setelah mengubah bentuknya dibuat dan diusulkan oleh Charles Thompson, Continental Congress.
Annuit Coeptis

Pada dasar piramid terdapat sejumlah angka romawi. Jika dijumlah angka tersebut sama dengan 1776, tahun kemerdekaan Amerika, juga tahun persaudaraan Illuminati terbentuk secara formal.
Berbagai kaedah digunakan untuk memunculkan angka 1776. Dan pada akhirnya pereka The Great Seal menggunakan sistem angka Babilon ('Babilon' adalah kata kunci merujuk kepada salah satu rujukan mistik sesat Illuminati). Sistem angkanya tidak menggunakan puluhan tetapi 6. Sebagai contoh, 600 adalah 1000, 60 adalah 100, dan 6 adalah 10.
Masonic symbol

SKULL AND BONES

untuk keterangan tentang skull n bones silahkanbaca disini
Ouroboros

keterangan lebiih lengkapnya lagi tentang Ouroboros silahkan baca disini

10 Program Internasional Freemasonry

Freemasonry, ancaman global yang telah mendunia sejak berabad yang lalu
Dan mungkin saat inipun kitapun sedang berada dalam jalur program-program buatan mereka.
Sudah selayaknya kita mengetahuinya, menghindarinya dan melawannya.
Berikut dipaparkan sepuluh program internasional Freemasonry,

Freemasonry, organisasi Yahudi yang telah didirikan sejak lebih kurang tahun 900 SM, memiliki sepuluh program internasional.
<p>Your browser does not support iframes.</p> Program ini dalam istilah Freemasonry dinamakan Harar atau Satanim, berlambangkan gurita berkaki sepuluh ular berbisa berkepala sepuluh, dan hantu penerkam berkuku baja.

Program Pertama

Program pertama dalam istilah Freemasonry dinamakan Takkim.
# Pada masa Isa a.s.
orang orang yahudi dengan segala tipu daya ingin membunuh Nabi Isa a.s. diantaranya fitnahan keji ?ingin menjadi Raja Yahudi?yang disampaikan pada penguasa Romawi. Tetapi Allah SWT menyelamatkan Nabi Isa a.s. dan gantinya Yudas tersalib di Golgota. Maka setelah tiadanya nabi Isa, Yahudi berusaha menghancurkan ajran yang sudah disebarkan dengan ?Takkim? yaitu :
? Merusak ajarannya yang ada seperti menghalalkan yang halal dan sebaliknya.
? Merusak akidah dengan doktrin Trinitas
? Merusak Injil yang ada dengan Injil palsu
? Saul (Paulus) dijadikan tandingan Nabi Isa a.s.
<p>Your browser does not support iframes.</p> # Pada Masa Islam
  • Pada masa Rasulullah orang-orang Yahudi memupuk Munafiqin dan Muhadin. Mereka diantaranya berusaha menfitnah istri Nabi, mengacaukan ajaran Islam, memecah belah kaum Anshor dan Muhajirin.
  • Memecah belah Ali r.a dan Muawiyah r.a. sehingga Aisyah turun tangan.
  • Membuat ratusan hadist-hadist palsu, memsukkan dongeng Israiliyat merubah penafsiran Al-Quran dan sebagainya
  • Mendangkalkan aqidah umat dengan filsafat Yunani sehingga timbul aliran kerahiban, tarikat sufi, mu?tazilah dan sebagainya. Maka datangalah filsuf-filsuf Islam yang menguraikan akidah islam dengan jalan filsafat Yunani, menuruti pikiran Aflatun (Plato), Aristun (Aristoteles) dan lainya.
  • Membuat lembaga pendidikan Islam yang dipimpin seorang alim didikan Freemasonry yang menafsirkan Alquran dan hadist dengan alam pikiran Freemasonry.
  • Menghidupkan sunnah-sunnah jahiliahdengan alasan melestarikan adat istiadat nenek moyang.
  • Menjadikan Islam supaya Tasyabbuh dengan Nasrani dan agama lain, diantaranya dengan memasukkan bentuk nyanyian gereja ke masjid, ulang tahun dan sebagainya

Program Kedua

Program kedua dinamakan ?Shada? dalam istilah Freemasonry berarti membentuk agama baru dan agama tandingan di seluruh dunia.
Salah satunya yaitu di India ketika Islam bangkit untuk kembali ke Alquran dan Hadist dan mengobarkan Jihad fisabilillah, pihak penjajah Inggris bekerja sama dengan Freemasonry mendirikan gerakan anti Jihad. Antara lain yaitu dengan menggalakkan sufi dengan perantara ulama bayaran anggota Freemasonry. Ditunjukkanya seorang Freemason ? Mirza Ghulam Ahmad?, ia mendakwakan dirinya sebgai Nabi akhir zaman , Bhuda awatara, Krisna, dan semacamnya.
Rabithah Alam islami yang bersidang di Makkah 14-18 Rabiul Awal1394 memutuskan bahwa Ahmadiyah itu bukan Islam dan berkaitan dengan Zionisme.
Dan kasus-kasus ?aliran sesat islam? yang beredar di indonesia seperti sholat dua bahasa dan lainya, kemungkian besar berkaitan dengan program Freemasonry.

Program Ketiga

Program ketiga dinamakan parokim, dalam istilah Freemasonry:
  • Membuat gerakan yang bertentangan untuk satu tujuan Mengembangkan Freemasonry lokal dalam suatu negara dengan nama lokal, tetpi tiada lepas dari asas dan tujuan Freemasonry.
  • Mendukung tori-teori bertentangan.
  • Membangkitkan kufarat dan menyiarkan teori Sigmond Freud dan Charles Darwin sehingga antara antara Ilmu pengetahuan dan agama bersaing, kalah mengalahkan.

Program Keempat

Program keempat dinamakan Libarim, dalam istilah Freemasonry :
  • Melenyapkan etika klasik yang mengekang pergaulan muda-mudi, termasuk melalui penyebaran kebebasan seksual
  • Mengahpus hukum yang melarang kawin antaragama untuk menurunkan generasi bebas agama
  • Pengambangan pendidikan seks di sekolah-sekolah
  • Persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal ?kedudukan waris? dan ?pakaian?
  • Mengembalakan pemuda-pemudi kedunia khayali, dunia musik, dan narkoba. Serta membuat bet satan (rumah setan) untuk menampung pemuda-pemudi kealamnya
  • Mengorganisir kaum lesbian, guy, lutherianserta pengakuan hak mereka dalam hukum.

Program Kelima

Program kelima dinamakan Babill, dalam istilah Freemasonry yakni memupuk asas kebangsaan setiap bangsa dan menjaga kemurnian bangsa Yahudi.

Program Keenam

Program Kelima ini dinamakan Onan dalam istilah Freemasonry:
? Mengekang pertumbuhan bangsa Goyim (orang selain Yahudi)
? Menyuburkan perempuan-perempuan Yahudi menjadi peridi

Program Ketujuh

Program ketujuh dinamakan protokol. Dalam istilah Freemasonry, protokol khusus untuk program bangsa Yahudidalam Suhyuniah (zionisme) yang dimulai dengan pengantar protokol.
Isi protokol adalah tentang rencana Yahudi untuk menguasai dunia, diantaranya peghancuran ekonomi suatu negara, penghancuran moral suatu bangsa dan banyak lagi. Dengan program protokol bangsa Yahudi dapat menjadi penguasa ekonomi dunia, pengatur Politikdan penerangan dunia.

Program Kedelapan

Program kedelapan ini disebut Gorgah, dalam istilah Freemasonry :
? Untuk merusak para pemimpin negara, ulama dan partai, mereka harus dijerumuskan dalam pasar seks dengan seribu satu jalan. Pepatah Yahudi mengatakan?jadikanlah perempuan cantik untuk alat suatu permainan siasat.?
? Membuat jerat dan jala seks bagi seseorang yang terhormat. Jika namanya disiarkan sehingga kehormatanya jatuh.
? Menyebarkan agen Kasisah, yaitu intel Fremasonry untuk menghancurkan martabat lawan ditempat-tempoat maksiat
? Mendirikan gedung perjudian terbesar dan modern.
? Melemahkan pasukan lawan dengan perempuan dan obat khusus

Program Kesembilan

Program kesembilan dinamakan Plotisme yaitu:
? Mendidk alim ulama dalam Plotis yang pahamnya terapung ambang.
? Alim ulama plotis itu disebarkansebagai tenaga pengajar di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga Islam.
? Alim ulama Plotis harus diangkat menjadi anggota kehormatan Freemasoonry.

Program Kesepuluh

Program kesepuluh ini dinamakan Qornun, dalam istilah Freemasonry :
? Orang-orang yang terpilih yang berbahaya bagi Freemasonry didukung agar menjadi kaya sehingga bergelimang harta, tetapi akhirnya di peras secara halus oleh suruhan Freeemasonry
? Memberi dana pendidikan bagi pendidikan agama dalam hal berniaga, bertani, dan sebgainya sehingga mereka sibuk dalam keduniaan
? Lawan-lawan Freemasonry agar terjerat riba dan bank Freeamsonry
? Menghasut dan memberi jalan dengan berbagai cara agar para pejabat bank diluar bank Yahudi melakukan korupsi sehingga bank tersebut hancur dan kelak bank itu dibantu oleh bank Freemasonry dengan ikatan yang kuat. Bank itu akan bersiri kembalio dengan tujuh puluh lima persen modal Yahudi. Kemuidan pemimpin bank dan karyawan tersebut diberi ajaran Freemasonry dan menjadi anggotanya.
Dari data-data tersebut kita lihat bahwa begitu mendunianya program-program Freemasonry, dan Allah SWT telah memperingatkan ini dalam QS 8:72 bahwa mereka saling bahu membahu dan menjadi pelindung satu dengan lainya, dan pada lafadz ?illa taf?aluuhu? Allah SWT memerintahkan kita untuk mengadakan upaya program tandingan Tansiq yaitu penyatuan hati umat islam. Dalam hal ini Ulama Islam sebagai pemegang amanah Para Rosul harus mulai bersatu untuk memimpin dan membangun Program tandingan yang mendunia yang insya Allah pasti akan menghancurkan program-program mereka. (lpwsumsel.majelismujahidin.or.id)

GEREJA SETAN SAAT INI


[View/Download]

Meskipun keberadaan para penyembah Setan telah diketahui selama bertahun-tahun, tak seorang pun muncul dan mengakui secara terbuka bahwa mereka adalah penganut Setanisme. Setanisme pertama kali menjadi gerakan yang terbuka dan teratur di tahun 1960-an di Amerika Serikat. Tanggal 30 April 1966, Gereja Setan dibentuk di California. Pendiri gereja aneh ini adalah seorang penganut Setanisme yang bernama Anton Szandor LaVey yang menyatakan dirinya sebagai pendeta tinggi. Dikenal sebagai Paus Hitam, LaVey menulis buku-buku tempat dia merumuskan pandangan-pandangannya mengenai Gereja Setan. Judul buku-buku itu menakutkan: �Kitab Suci Setan, Upacara Setanis, Penyihir Setanis, Buku Catatan Setan dan Setan Berbicara�. LaVey meninggal di tahun 1997. Diperkirakan bahwa Gereja Setan memiliki sekitar 10 ribu anggota di Amerika Utara, dan meskipun banyak menerima tuntutan hukum, kegiatan dan upacaranya terus berjalan.
SETANISME DAN MATERIALISME
Suatu ciri kaum Setanis masa kini adalah, mereka semua ateis (tidak mengakui Tuhan). Mereka juga sekaligus kaum materialis, artinya, mereka hanya percaya kepada keberadaan benda belaka. Mereka mengingkari adanya Tuhan dan semua makhluk gaib. Oleh karena itu, kaum Setanis tidak percaya kepada setan sebagai makhluk yang nyata. Meskipun disebut sebagai penyembah setan, mereka tidak mengakui adanya setan. Bagi kaum Setanis, setan hanyalah lambang yang menyatakan permusuhan mereka terhadap agama dan kekerasan hati mereka. Dalam sebuah tulisan yang berjudul �Pengantar Setanisme� yang diterbitkan Gereja Setan, dinyatakan bahwa para Setanis sebenarnya adalah ateis:
Setanisme adalah sebuah agama yang tak mengenal Tuhan, mirip seperti ajaran Budha. Tidak ada yang perlu ditakuti selain akibat tindakan kita. Kaum Setanis tidak percaya adanya Allah, malaikat, surga atau neraka, iblis, setan, ruh jahat, ruh baik, peri, atau makhluk gaib yang jahat. �Setanisme bersifat ateis �Otodeis: kami menyembah diri kami sendiri. �Setanisme adalah materialis � Setanisme adalah lawan agama. (Vexen Crabtree, �A Description of Satanisme�)
Singkatnya, ini adalah hasil filsafat kebendaan dan tak mengenal Tuhan yang telah tersebar sejak abad ke-19. Seperti filsafat ini, Setanisme menyandarkan diri pada teori yang dianggap ilmiah: Teori Evolusi Darwin.

Lucifer Sang Raja Iblis


Lucifer sangat memuja dan menyayangi Tuhan penciptanya.
tetapi dia sangat pencemburu dan posesif terutama saat manusia diciptakan..

Lucifer never hate God… in fact Lucifer wants to reunited with Him
tetapi Tuhan tidak berkenaan dengan Lucifer karena Lucifer sangat membenci manusia > ciptaan Tuhan paling sempurna,

Tuhan mengasingkan Lucifer ke sebuah tempat bernama neraka tapi sayangnya, Lucifer tidak pernah berubah maka dari awal masa, Lucifer memikat manusia dengan “dosa” dan manusia jatuh dan jauh dari Tuhan karena dosa.

Ketika manusia tersebut mati Tuhan akan menolak jiwa manusia tersebut (karena tak berkenan dengan-Nya) dan jiwa itu akan dibuang ke neraka, tempat Lucifer…
dan Lucifer bisa leluasa “membantai” jiwa manusia tersebut

Banyak cara Tuhan “mendekati” manusia, Tuhan kemudian memilih sebuah suku bangsa di antara suku bangsa lain yang ada di bumi saat itu > Yahudi


Kemudian Tuhan memilih beberapa manusia dari suku bangsa itu > Nabi
agar mengabarkan Firman dan Janji-Nya untuk menyelamatkan manusia dari dosa
Seperti Nabi Musa AS, Nabi Daud AS, dll.

Lucifer sangat membenci suku bangsa itu, karena dia cemburu dengan segala cara dia membujuk suku bangsa lain untuk menghancurkan Yahudi, tapi, Tuhan selalu melindungi bangsa pilihan-Nya keluar dari marabahaya.

Tuhan tidak pernah kehilangan akal, tiba saatnya ketika Tuhan memutuskan untuk “turun tangan”, Tuhan tidak pernah lupa janji-Nya kepada manusia.


Lucifer tidak suka dengan perbuatan utusan Tuhan (Nabi), selama Nabi - Nabi dan pengikutnya masih berkarya di bumi, Lucifer tidak bisa berkuasa di bumi.

dan Lucifer serta pengikutnya pun berpencar dari Barat ke Timur, tak jauh dari tanah perjanjian Tuhan, Lucifer menemukan sebuah tanah yang masih memuja dewa-dewa kosong (berhala) kemudian Lucifer dan pengikutnya membuat sebuah “propaganda” agar bangsa Yahudi terhasut olehnya.

Di tempat itulah Lucifer re-established sebuah keyakinan (agama) bahwa, dia adalah sebuah “penghubung sejati” dengan Tuhan, dia mengajarkan bahwa Tuhan harus ditakuti
(karena Lucifer pun masih takut dengan Tuhan).

Program itu dimulai dengan menghasut bangsa Yahudi terlebih dahulu, sebuah bangsa pilihan Tuhan…
Dan bangsa itu pun menjadi bangsa yang seperti kita ketahui sekarang ini, sebuah bangsa yang penuh dengan kontroversial.


itu lah sekilas tentang Lucifer... Sang raja Iblis...

Kamis, 10 Maret 2011

Kata - kata cinta

David Schwimmer
 “Cinta sejati tidak dapat ditemukan, karena memang tidak pernah ada, atau tidak dapat disembunyikan karena memang nyata.”

Dr. Suess
“Ketika jatuh cinta, Anda tidak dapat tertidur karena kenyataan lebih indah dari mimpi.”

Robert Fulghum
“Ketika membandingkan keanehan pasangan dengan keanehan kita, maka kita telah menggabungkannya menjadi keanehan yang memuaskan, dan itu disebut cinta –cinta sejati.”

Arturo Toscanini
“Saya mencium kekasih pertama dan menghisap cerutu pertama saya di hari yang sama. Saya tidak pernah lagi menghisap cerutu sejak hari itu.”
 
Roy Croft  
“Saya tidak mencintai kamu karena dirimu, tapi saya mencintai diri saya saat bersama kamu.”

Nicholas Sparks
"Kita merasakan cinta, mengesampingkan perbedaan, dan begitu hubungan ini berjalan, sesuatu yang langka dan indah telah tercipta. Untuk saya, cinta seperti itu hanya terjadi satu kali, dan itu adalah saat setiap menit kita menghabiskan waktu bersama yang tidak akan pernah saya lupakan.”

Alfred Lord Tennyson
“Jika saya dapat menghadirkan bunga setiap kali memikirkanmu..maka saya dapat berjalan di antara bunga selamanya.”

Osho
“Bahasa untuk mereka yang tidak saling mencintai. Untuk sepasang kekasih, kesunyian sudah cukup ketimbang berbicara. Saat mereka tidak berkata apapun, itulah waktu mereka berbicara.”
 
Victor Hugo
“Dicintai merupakan hal terpenting! Tapi yang terpenting adalah mencintai!”

Chetan Bhagat
“Ketika seorang wanita menghampiri hidupmu, maka semua hal akan terorganisasi dengan sendirinya."

Reza Ar
"mencintaimu bukan berarti hal yang sempurnah, namu saat kau mencintai ku dan kita saling menyayangi itulah hal dimana hidup terasa sempurnah."
hahahaha

Kata - Kata Bijak III

Ilmu b’tambah dengan banyak menye-dekahkannya, dan b’kurang jika anda menahannya. (Al llbari)

Kebaikan iman dengan amalan, kebaikan hati dengan niat, dan kebaikan niat dengan ikhlas.

Seni memori yg sebenarnya adalah sen! p’hatian. Benar p’hatian akan ingat, dan salah p’hatian akan lupa. (Samuel Johson)

Ingatan ga’ p’nah salah yg salah adalah cara qta menggunakan ingatan Jika kmu menghadapi dunia ini dengan jiwa yg luas, maka kmu melihat b’bagai hakekat kegembiraan semakin b’tambah dan luas, sedangkan hakekat kedudukan semakin mengecil n’menyempit. (Ar – Rafi’i)

Tidak adayg bisa membantu ketenangan jiwa selain dari diri sendiri. (G.Chr.Lich-tenberg)

Kebahagiaan dan tidak kebahagiaan manusia t’gantung pada diri sendiri. ( Abraham lincoln)

Barang siapa yg mencita – citakan satu kebaikan dan tidak jadi melaksanakannya, maka baginya dituliskan (pahala) kebaikan. (H.R. Muslim)

Kata - Kata Bijak II

cinta Seekor burung hantu yang bijaksana duduk di sebatang dahan. Semakin banyak ia melihat, semakin sedikit ia b'bicara.Semakin sedikit ia bicara, semakin banyak ia mendengar. Mengapa qta ga' seperti burung hantu yg bijaksana itu? (Edward Mersey Ricards)

Jadilah diri kmu sendiri karenaga' adayg bisa melakukannya lebih baik dari diri qta sendiri. (franklin D.Roosevelt)

Jangan t'lalu mencemaskan kepercayaan diri kmu sendiri. Cemaskanlah karakter kmu sendiri. ( Dr. Laura Schlessinnger)

Bila rahasia sebuah atom dari atom - atom t'sikap, rahasia segala benda ciptaan, baik lahir maupun batin akan t'sikap, dan kmu takkan melihat pada dunia ini atau dunia yg akan datang sesuatu kecuali TUHAN. (Syaikh Ahmad AI-Alawi)

Bila kmu melrlukan kata2 'ntuk menggambarkan pengetahuan n'pemahaman, itu sprti burungdim sangkar. Memiliki sayap tapi ga' bisaterbang. (Kahlil Gibran)

Kata - Kata Bijak

Hari ini.jalan ini pasti semakin b’liku.karena masa depan belum tentu menjanjikan surga bagi merekayg lemah dan mudah kecewa. (Mahatir Muhammad)

Hadapilah problem hidup diri kmu dan akuilah keberadaannya, tetapi jangan biarkan diri kmu di kuasainya.Biarkanlah diri kmu menyadari adanya pendidikan situasi berupa kesabaran, kebahagiaan, dan pemahaman makna. (Hellen Keller)

Memecahkan masalah itu sult.mengenal masalah lebih sulit.tetapi menemukan masalah jauh lebih sulit (Albert Einstein)

Jangan jadi bagian dari masalah, tetapi jadilah bagian dari pemecahan masalah

Barang siapa melewatisatu hari tanpa mengisinyadengan kebenaran, kewajiban, kemuliaan, pujian, kebaikan, atau ilmu yg di petikna’ maka dia tlah mendurhakai harinya dan menganiaya dirinya. ( Syair ARAB)

Jika hari kemarinkmu b;buat kesalahan, maka hapuskanlah dgn p’buatan baik dan Kmupun menjadi t’puji.

Harta adalah apa yg dimakan sampai kenyang, yg dipakai sampai lapuk dan yg di sumbangkan kepadaorang lain. Mahluk yg paling mulia di dunia ini adalah manusia, dan bagian tubuh manusiayg paling mulia adalah hati. (Imam al Ghazali)

Rabu, 09 Maret 2011

BENARKAH MANURUNGE RI MATAJANG RAJA BONE – I BERNAMA “ LA UBBI “ ?


 Oleh :  Asmat Riady Lamallongeng

          ManurungE ri Matajang Raja Bone- I yang digelar Mata Silompo’E (mata seluas lapangan) karena memiliki kemampuan untuk menebak jumlah orang yang sedang berkumpul disuatu lapangan (Bugis ; lompo’) tanpa harus menghitungnya lebih dahulu. Selama ini Raja Bone – I yang diperkirakan memerintah dari tahun 1326 – 1358 itu, tidak diketahui tentang siapa namanya dan dari mana asal usulnya, termasuk siapa nama ayah dan ibunya. Para penulis lontara’ (catatan yang tertulis diatas daun lontar) melukiskan secara ragu-ragu, begini ; “Nariaseng gare’ manurung nasaba tenrisseng apolengenna – tenrissetto inanna amanna” (Konon dikatakan manurung sebab tidak diketahui asal usulnya dan tidak diketahui ayah dan ibunya).
          Sesuai dengan stadia berpikir dan sistem kepercayaan saat itu, memang bisa saja menimbulkan pemahaman dalam masyarakat bahwa “to manurung” (orang yang turun dari langit) atau “to tompo’” (orang yang muncul dari bawah) adalah titisan dewata yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan orang biasa. Pemahaman seperti itu menjadi legitimasi bagi sosok “to manurung” atau “to tompo’” untuk mendapat perlakuan yang istimewa. Dihormati dengan pengakuan; “angikko kiraukkaju – riyako miring riyakkeng mutappalireng” (anginlah engkau dan kami semua daun kayu, kemana engkau berhembus kesana pula kami terbawa), hingga akhirnya  diangkat menjadi pemimpin (raja). Pada saat itu, membicarakan sosok “to manurung” atau “to tompo’” merupakan hal yang dianggap sangat tabu dan sakral. Seperti dapat kita lihat pada rata-rata pembukaan “lontara” yang selalu diawali dengan kata-kata ; “Aja’ kumabusung – aja’ kumatula – aja’ kukapapa – rampe-rampe aseng to senrima” (Janganlah aku tercelah – janganlah aku terkutuk – janganlah aku terhina – menyebut nama orang yang mulia ).
          Pemahaman seperti itu, sepertinya membatasi cara berpikir sebahagian besar orang Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat selama berabad-abad. Para peneliti sejarah kelihatannya ikut hanyut dengan pemahaman yang keluar dari sebuah wilayah yang bernama logika dan tidak memiliki kemampuan untuk menggeliat lepas dari kisah-kisah “to manurung” atau “to tompo’” yang penuh dengan mitos dan legenda.
          Padahal kehadiran “to manurung” dan “to tompo’” baik pada masa Galigo maupun pada masa lontara’, adalah matarantai lahirnya pemimpin-pemimpin yang kharismatik dan berwibawa serta terciptanya sistem pemerintahan yang demokratis di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sejak awal abad – XIV hingga masa  kemerdekaan. Pengakuan tentang “to manurung” atau “to tompo’” menurut hemat penulis, bukan saja harus dalam bentuk keyakinan bahwa sosok tersebut adalah titisan dewata yang turun dari langit atau muncul dari bawah (uri’ liung). Tetapi dengan mengakui kehebatan, kecerdasan dan keberaniannya yang melebihi manusia lain, sudah menggambarkan betapa tinggi penghormatan yang diberikan kepadanya.
          Bertolak dari sebuah logika bahwa tidak akan pernah ada manusia yang mendapat justifikasi keistimewaan turun dari langit atau muncul dari bawah, penulis mencoba membangun analogi tentang siapa sesungguhnya ManurungE ri Matajang Mata Silompo’E yang diangkat oleh orang Bone sebagai Mangkau – I.  Dalam hubungan ini, adalah menarik untuk ditelusuri pendapat Prof. Mr.DR. Andi Zainal Abidin dalam bukunya; “Capita Selecta Sejarah Sulawesi Selatan” yang mengatakan bahwa besar sekali kemungkinan seluruh raja-raja di Tana Bugis adalah seketurunan dengan raja-raja Kedatuan Cina, oleh karena adanya kesamaan konsep kekuasaan, mitos politik To Manurung, sistem, struktur pemerintahan dan hukumnya. (Andi Zainal Abidin, 1999; 69).
          Dibahagian lain tulisan Andi Zainal Abidin mengatakan bahwa Bone, Soppeng, Sidenreng, Suppa, Sawitto, muncul pada awal abad –XIV yakni kurang lebih 400 tahun sesudah kedatuan Tana Ugi yang bernama Cina terbentuk (Andi Zainal Abidin, 1999;68).
Jadi mengacu kepada perkiraan itu, maka Kedatuan Cina (Cina Riaja di Pammana Wajo dan Cina Rilau di Bone) yang raja pertamanya adalah La Sattumpugi dapat dikatakan  terbentuk apad abad – IX. Perkiraan ini diperkuat oleh sejumlah lontara’ yang menyebutkan bahwa sebelum kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan (Bone, Soppeng, Sidenreng, Wajo dan lain-lain) terbentuk, hanya dikenal beberapa kerajaan seperti seperti ; Tompo Tikka, Luwu, Cina,  Wewang Riwu, Gowa, dan Siang. Untuk wilayah-wilayah yang kemudian masuk dalam Kerajaan Bone, seperti ; Lamuru, Lamoncong, Palakka, Babauwae yang wilayahnya membentang sepanjang bantaran sungai Cenrana sampai Bola (Wajo sekarang), Lapakkang Riawang yang kemudian menjadi Awangpone, Mampu dan Wawo Lonrong, merupakan kerajaan-kerajaan kecil yang berdaulat.
          Menurut Andi Zainal Abidin, suatu ketika mungkin diorganisir oleh satu rezim yang didorong motivasi tertentu, sehingga kerajaan dibagi-bagi dan disebarkan keberapa tempat, sehingga lahirlah beberapa kerajaan baru yang bersumber dari Kerajaan Cina. Mengkaji rumus perjanjian antara To Manurung dengan rakyat yang bersedia menerimanya sebagai datu atau raja pada semua kerajaan yang baru muncul (dalam abad –XIV itu), mirip sama atau berpola dari To Manurung pertama di Cina.
          Berdasarkan keterangan-keterangan Andi Zainal Abidin diatas, membuat penulis semakin yakin dan termotivasi untuk melakukan penelusuran berbagai sumber informasi baik lontara’ maupun cerita rakyat yang ada hubungannya dengan kisah munculnya                                                                                                                               ManurungE ri Matajang Mata Silompo’E Raja Bone – I yang memerintah dari tahun 1326 – 1358 itu. Sejumlah sumber informasi berupa lontara’ yang ditelusuri oleh penulis, salah satu diantaranya yaitu ; “Lontara Akkarungeng” yang memuat tentang kisah kehadiran To Manurung di Ajattappareng, Sawitto, Bone, Lompo’ dan Sekkanyili (Soppeng), menyebutkan bahwa Arumpone – I  itu bernama  La Ubbi.
          Dibawah ini penulis tampilkan cuplikan dari Lontara’ Akkarungeng tersebut ;
          “Setelah Pua’juru (orang pintar) melakukan berbagai ritual, para bissu – maddanging ranging – (memohon kepada Dewatae), tiba-tiba terjadi guntur dan kilat disertai angin kencang, selama kurang lebih tujuh hari tujuh malam gelap gulita. Pada saat itu dimunculkanlah Arumpone yang bernama La Ubbi. Diikuti seorang laki-laki pembawa payung emas dan seorang lagi pembawa salenrang (puan). Muncul pula CilaongngE di Matajang dengan busana serba putih, sedangkan La Ubbi beserta pengikutnya berbusana serba kuning. Dalam berbagai sumber menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan CilaongngE adalah Matowa Ciung  (Bukaka) yang dalam lontara’ Sinjai dikatakan bahwa anak Matowa Ciung kawin dengan La Ummasa Petta Panre BessiE Raja Bone –II yang memerintah dari tahun 1358 - 1424.
          Pada mulanya orang banyak hanya melihat orang yang berbusana serba putih, mereka tidak melihat orang yang berbusana serba kuning. Lalu orang banyak mendatangi orang berbusana serba putih, karena disangkanya “to manurung”. Tetapi orang yang berbusana serba putih tersebut, berkata ; “Saya bukan arung (raja), tetapi kalau kalian benar-benar mau mengangkat arung (raja), ada arung (raja) saya ManurungE ri Latoro. Saya bisa menemani kalian kesana” Orang banyak setuju untuk ditemani, lalu mereka berangkat ke Latoro ditemani oleh CilaongngE ManurungE ri Matajang yang berbusana serba putih.
          Sesampainya di Latoro, ditemukanlah ManurungE (La Ubbi) sementara duduk ditempat duduknya. Bertanyalah ManurungE (La Ubbi) kepada CilaongngE ; “Ada apa Cilaong ?” Lalu CilaongngE menjawab ; “Saya menemani hambamu, orang Bone”. Lalu duduklah orang banyak menyembah kepada ManurungE (La Ubbi) yang berbusana serba kuning. Bertanyalah ManurungE (La Ubbi) kepada orang banyak ; “Apa maksud kalian sehingga datang ke tempat ini ?” Orang banyak menjawab ; “Rara’ palekku Lapuang – awang lasuna pangemmerekku – masenne’ baba – mawampang lila – tekkumatula baliyo ada – apa utanri aju sengkona siasemmue” (Gemetar tanganku, Puang – tipis sekali nyaliku – tercabik mulutku – kaku lidahku – semoga kami tidak terkutuk menjawab pertanyaanmu – sebab kami telah melupakan yang menyamaimu).
          “Kami semua ini adalah hambamu, orang Bone. Rajalah engkau dan kami semua adalah hambamu. Kami ingin diselimuti agar tidak kedinginan, dijaga agar tidak bercerai – berai, dinaungi agar tidak kepanasan, anginlah engkau dan kami semua daun kayu, kemana engkau bertiup kesana pula kami terbawa, kehendakmu dituruti, kata-katamu dibenarkan, walau anak isteri kami engkau mencelahnya kamipun mencelahnya, walau putih dan engkau mengatakan hitam, kamipun mengakuinya”
          ManurungE menjawab ;
          “Wahai orang Bone, kalau engkau tidak menipuku, akupun tidak akan menipumu, engkau tidak mencampakkan diriku, akupun tidak akan mencampakkanmu, engkau tidak mengingkari janji, akupun tidak akan mengingkari janji. Wariskan kepada anak cucumu dan akan kuwariskan kepada keturunanku. Barang siapa yang mengingkari janji, dialah yang termakan sumpah, tidak akan mendapat kebaikan keturunannya”.
         Sepakatlah orang banyak dengan ManurungE (La Ubbi) untuk tetap berpegang pada janji yang telah diucapkannya. Suatu saat orang Bone bermaksud mencarikan ManurungE (La Ubbi) permaisuri sebagai pendamping. Tetapi ManurungE (La Ubbi) menolak dengan alasan bahwa ada sepupu satu kalinya yang ditunggu dari Baba UwaE. Maka setelah sepupu satu kalinya tersebut muncul dari Uri Liung di Baba UwaE, berangkatlah kesana untuk mengawininya. Dari perkawiannya itu, melahirkan empat anak, dua laki-laki dan dua perempuan, yaitu ; 1) La Wajo Langi, inilah yang menyeberang ke Butung, 2) La Raja Langi, inilah yang kawin di Cinnottabi dengan We Tenri Sui. Dari perkawinannya itu, melahirkan anak tiga ; - La Patiroi, - La Patongai, dan – La Pawawoi. Sedangkan anak perempuannya bernama ; 1) We Samakella – Arung Mampu, 2) We Pattanra Wanuwa – Arung Palakka.   
           Informasi lain (lontara akkarungeng Bone) menyebutkan ;
          “Arung Tanete Riawang bernama La Tenri Tompo’ yang mula-mula mendirikan Bone, dua bersaudara,  yaitu La Mata Silompo’ dialah yang muncul di Matajang. Mengacu kepada catatan ini, berarti Bone sudah terbentuk sebelum munculnya ManurungE ri Matajang. Tentang apa arti “bone” yang sampai hari ini masih sering menjadi perdebatan, memang masih perlu penelusuran yang lebih mendalam. Sebab dalam kamus bahasa Bugis, kata “bone” berarti tumpukan pasir.
           La Tenri Tompo’ kawin dengan We Delu’ Lino di Cempalagi, melahirkan We Pattola (perempuan). We Pattola kawin dengan La Padawarani, melahirkan We Batara. Selanjutnya We Batara kawin di Balubu dengan La Palippui, melahirkan anak dua ;
           1. We Mallagenni,   2. We Tenri Ola.
           We Tenri Ola kawin di Baringeng, sedangkan We Mallagenni kawin di Wajo, melahirkan anak laki-laki dua ;
            1. Puang Lungka (disebut Puang Lungka karena jari tengahnya panjang), inilah yang menjadi Datu di Cempalagi.
            2. Puang Tappe (disebut Puang Tappe karena seluruh jari-jarinya sama panjang), inilah yang membuka Lonrong.
          Berdasarkan catatan ini, maka timbul pertanyaan bahwa apakah La Mata Silompo itu juga yang bernama La Ubbi yang dalam berbagai lontara disebut sebagai Datu Baba UwaE ? Rupanya memang memerlukan penelitian yang lebih mendalam, sebab dalam lontara Wajo ditemukan bahwa La Ubbi yang kawin dengan anak ManurungE ri Baba Uwae yang bernama We Tenri Namoreng, adalah anak La Dewata I Tomangkau Raja Wewang Riwu dengan isterinya yang bernama Sompa Ritimo. Sedangkan La Dewata I Tomangkau adalah anak dari Tejjo Risompa Batara Wewang (pendiri Wewang Riwu) dengan isterinya PolawengE Tojampulaweng ri Tompo’tikka. Tejjo Risompa Batara Wewang bersaudara dengan We Datu Sengngeng, We Yaddi Luwu dan We Tenriabang. Ini berarti bahwa Tejjo Risompa adalah anak La Urumpessi dengan isterinya We Pada Uleng Passaikke BajabajaE. We Tenriabang adalah isteri La Sattumpugi Datu Cina pertama atau Datunna Tana Ugi.
          Sementara dalam lontara’ yang membicarakan tentang ManurungE ri Mampu menyebutkan bahwa salah satu anak La Oddang Patara dengan isterinya We Lele Ellung yang tersisa dari malapetaka (lebbo’) Mampu yaitu La Ureng Riwu kawin di Awampone dengan saudara perempuan La Raja Langi yang bernama We Samakella. Dari perkawinannya itu, melahirkan ; 1. La Pariusi Arung Sijelling, 2. We Sengempulu Arung Mampu Riaja, 3. We Samaulu Arung Mampu Riawang dan We Temmarowe Arung Kung. Dalam catatan diatas disebutkan bahwa La Raja Langi, We Samakella, adalah anak La Ubbi.
          Kalau informasi ini benar, maka jelas bahwa ayah La Ubbi yaitu La Dewata I Tomangkau sezaman dengan La Oddang Patara yaitu anak ManurungE ri Mampu. Adapun ManurungE ri Mampu yang bernama Guttu Tellemma  kawin dengan We Sengngeng Talaga, melahirkan La Oddang Patara. Selanjutnya La Paturungi kawin dengan We Sinrang Langi, melahirkan We Lele Ellung. Kedua pasang To Manurung tersebut melakukan perkawinan silang, yaitu Guttu Tellemma bersaudara dengan We Sinrang Langi, sedangkan La Paturungi bersaudara dengan We Sengngeng Talaga.Dalam lontara’ Mampu disebutkan kedua pasang tersebut muncul dibukit yang bernama Lapakkang Riawang.
          Kembali kepada Puang Tappe,  yang mula-mula membuka Lonrong, kawin dengan Punna Liung dan melahirkan La Tenri Petta yang mula-mula membuka Ara. La Tenri Petta dikenal sebagai orang kaya, semua pakaiannya indah-indah dan memiliki lebih seratus orang  pengambil airnya. La Tenri Petta memiliki empat orang anak ; - La Temmattola, - We Temmangengnge, - La Sabbamparu dan – La Wajo Langi. La Sabbamparu dijadikan  sebagai anak angkat oleh Datu Luwu di Cenrana, tetapi karena disangka “malaweng” (melakukan hubungan asmara dengan saudara kandungnya yaitu We Temmangengnge), maka disuruh bunuh oleh Datu Luwu. La Sabbamparu inilah yang memiliki alameng Lateya Riduni. Dengan demikian berselisihlah Datu Ara (La Tenri Petta) dengan Datu Luwu di Cenrana.
          La Temmattola kawin dengan We Lulumparu saudara perempuan La Kelasse. We Temmangengnge yang menginginkan menjadi Arung Baba Uwae, sehingga timbul perselisihan antara keluarganya. Karena terdesak,dia mengungsi ke Bone disebelah timur Laccokkong. Setelah cukup empat tahun ditempat itu, diusir lagi oleh orang Ara sehingga ia mengungsi ke Salomekko. Dua malam di Salomekko, berpisahlah dengan La Kelasse, We Temmangengnge ke Raja, sementara La Kelasse ke Lamatti.
          La Kelasse dengan isterinya (tidak disebut namanya) melahirkan anak laki-laki dua yaitu ; 1) La Tenriaji, 2) La Tenri Wasung. La Tenri Wasung kawin di Caubalu dan menjadi Arung Caubalu (Cabalu). Sementara La Tenriaji kembali ke Baba UwaE. Karena orang Baba UwaE tidak mau diperintah oleh “cera”, maka anak La Tenriaji yang bernama La Lopu tidak diterima menjadi Arung Baba UwaE. Oleh karena itu, La Tenriaji kawin dengan We Tenri Lallo di Baba UwaE dan melahirkan anak tiga, dua laki-laki dan satu perempuan, yaitu ; 1) La Pattikkeng (La Pattingki), 2) La Pattelle, 3) We Pettalela.
          La Pattikkeng (La Pattingki) yang dalam lontara’ Bone disebutkan sebagai Matowa Palakka, kawin di Matajang dengan We Pattanra Wanuwa anak ManurungE ri Matajang Mata SilompoE. Dari perkawinannya itu melahirkan  anak empat, yaitu ; 1) La Saliyu Karampeluwa, 2) We Tenri Roro, 3. We Tenri Peppang, dan 4. We Tenri Lengoreng.
          Catatan ini lagi-lagi memperlihatkan bahwa antara La Pattikkeng (La Pattingki) Matowa Palakka dengan We Pattanra Wanuwa yang kemudian melahirkan La Saliyu Karampeluwa Raja Bone – III (1424 – 1496), masih memiliki pertalian keluarga yang sangat dekat. Dari gambaran diatas, dapat diperkirakan bahwa La Pattikkeng (La Pattingki) adalah anak sepupu dua kali We Pattanra Wanuwa.
Wallahu a’lam – Salama’ temmareulle !!!
--------------------------

Sejarah Kerajaan Bone

Catatan :Disadur dari Lontara’ Akkarungeng ri Bone, milik Drs. A. Amir Sessu Mantan KASI KEBUDAYAAN
KANDEPDIKBUD Kab. Bone yang diterbitkan dengan biaya Pemerintah Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan tahun 1985.
Oleh : Drs. Asmat Riady Lamallongeng

1. MANURUNGE RI MATAJANG MATA SILOMPOE (1326 – 1358)
Dalam lontara’ tersebut diketahui bahwa setelah habisnya turunan Puatta Menre’E ri Galigo, keadaan
negeri-negeri diwarnai dengan kekacauan. Hal ini disebabkan karena tidak adanya arung (raja) sebagai pemimpin yang
mengatur tatanan kehidupan bermasyarakat. Terjadilah perang kelompok-kelompok anang (perkauman) yang
berkepanjangan (Bugis = Sianre bale).
Kelompok-kelompok masyarakat saling bermusuhan dan berebut kekuasaan. Kelompok yang kuat menguasai kelompok
yang lemah dan memperlakukan sesuai kehendaknya. Keadaan yang demikian itu, dalam Bahasa Bugis disebut
SIANRE BALE (saling memakan bagaikan ikan). Tidak ada lagi adat istiadat, apalagi norma-norma hukum yang dapat
melindungi yang lemah. Kehidupan manusia saat itu tak ubahnya binatang di hutan belantara, saling memangsa satu
sama lain.
Menurut catatan lontara’, keadaan yang demikian itu berlangsung kurang lebih tujuh pariyama lamanya. Menurut
hitungan lama, satu pariyama mungkin sama dengan 100 tahun. Jadi kalau mengacu pada perhitungan ini maka dapat
dipastikan bahwa turunan Puatta MenreE ri Galigo telah hilang 700 tahun yang lalu. Bone dan negeri-negeri sekitarnya
mengalami kekacauan yang sangat luar biasa. Wallahu a’lam bissawab.
Adapun awal datangnya seorang arung (raja) di Bone yang dikenal dengan nama ManurungE ri Matajang Mata
SilompoE, ditandai dengan gejala alam yang menakutkan dan mengerikan. Terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat,
kilat dan guntur sambar menyambar, hujan dan angin puting beliung yang sangat keras.
Setelah keadaan itu reda dan sangat tak terduga, tiba-tiba di tengah lapangan yang luas kelihatan ada orang berdiri
dengan pakaian serba putih. Karena tidak diketahui dari mana asal usulnya, maka orang menyangkanya To Manurung
yaitu manusia yang turun dari langit. Orang banyak pun pada datang untuk mengunjunginya.
Adapun kesepakatan orang yang menganggapnya sebagai To Manurung adalah untuk mengangkatnya menjadi arung
(raja) agar ada yang bisa memimpin mereka. Orang banyak berkata ; ”Kami semua datang ke sini untuk meminta
agar engkau jangan lagi mallajang (menghilang). Tinggallah menetap di tanahmu agar engkau kami angkat menjadi
arung (raja). Kehendakmu adalah kehendak kami juga, perintahmu kami turuti. Walaupun anak isteri kami engkau cela,
kami pun mencelanya, asalkan engkau mau tinggal”.
Orang yang disangka To Manurung menjawab ; ”Bagus sekali maksudmu itu, namun perlu saya jelaskan bahwa
saya tidak bisa engkau angkat menjadi arung sebab sesungguhnya saya adalah hamba sama seperti engkau. Tetapi
kalau engkau benar-benar mau mengangkat arung, saya bisa tunjukkan orangnya. Dialah arung yang saya ikuti”.
Orang banyak berkata ; ” Bagaimana caranya kami mengangkat seorang arung yang kami belum
melihatnya?”.
Orang yang disangka To Manurung menjawab ; ”Kalau benar engkau mau mengangkat seorang arung , saya
akan tunjukkan tempat – matajang (terang), disanalah arung itu berada”.
Orang banyak berkata ; ”Kami benar-benar mau mengangkat seorang arung, kami semua berharap agar engkau
dapat menunjukkan jalan menuju ke tempatnya”.
Orang yang disangka To Manurung (konon bernama Pua’ Cilaong dari Bukaka), mengantar orang banyak
tersebut menuju kesuatu tempat yang terang dinamakan Matajang (berada dalam kota Watampone sekarang).
Gejala alam yang mengerikan tadi kembali terjadi. Guntur dan kilat sambar menyambar, angin puting beliung dan hujan
deras disusul dengan gempa bumi yang sangat dahsyat. Setelah keadaan reda, nampaklah To Manurung yang
sesungguhnya duduk di atas sebuah batu besar dengan pakaian serba kuning. To Manurung tersebut ditemani tiga
orang yaitu ; satu orang yang memayungi payung kuning, satu orang yang menjaganya dan satu orang lagi yang
membawa salenrang.
To Manurung berkata ; ”Engkau datang Matowa?”
MatowaE menjawab ; ”Iyo, Puang”.
LEMBAGA SENI BUDAYA TELUK BONE
http://www.telukbone.org/ Menggunakan Joomla! Generated: 17 October, 2009, 05:07
Barulah orang banyak tahu bahwa yang disangkanya To Manurung itu adalah seorang Matowa. Matowa itu mengantar
orang banyak mendekati To Manurung yang berpakaian serba kuning.
Berkatalah orang banyak kepada To Manurung ; ”Kami semua datang ke sini untuk memohon agar engkau
menetap. Janganlah lagi engkau mallajang (menghilang). Duduklah dengan tenang agar kami mengangkatmu menjadi
arung. Kehendakmu kami ikuti, perintahmu kami laksanakan. Walaupun anak isteri kami engkau cela, kami pun
mencelanya. Asalkan engkau berkenan memimpin kami”.
To Manurung menjawab ; ”Apakah engkau tidak membagi hati dan tidak berbohong?”
Setelah terjadi kontrak sosial antara To Manurung dengan orang banyak, dipindahkanlah To Manurung ke Bone untuk
dibuatkan salassa (rumah). To Manurung tersebut tidak diketahui namanya sehingga orang banyak menyebutnya
ManurungE ri Matajang. Kalau datang di suatu tempat dan melihat banyak orang berkumpul dia langsung mengetahui
jumlahnya, sehingga digelar Mata SilompoE.
ManurungE ri Matajang inilah yang menjadi Mangkau’ (raja) pertama di Bone. ManurungE ri Matajang kemudian
kawin dengan ManurungE ri Toro yang bernama We Tenri Wale. Dari perkawinan itu lahirlah La Ummasa dan We
Pattanra Wanuwa, lima bersaudara.
Adapun yang dilakukan oleh ManurungE ri Matajang setelah diangkat menjadi Mangkau’ di Bone adalah –
mappolo leteng (menetapkan hak-hak kepemilikan orang banyak), meredakan pula segala bentuk kekerasan dan telah
lahir yang namanya bicara (adat). ManurungE ri Matajang pula yang membuat bendera kerajaan yang bernama
WoromporongE.
Setelah genap empat pariyama memimpin orang Bone, dikumpulkanlah seluruh orang Bone dan menyampaikan ;
”Duduklah semua dan janganlah menolak anakku La Ummasa untuk menggantikan kedudukanku. Dia pulalah
nanti yang melanjutkan perjanjian antara kita”.
Hanya beberapa saat setelah mengucapkan kalimat itu, kilat dan guntur sambar menyambar. Tiba-tiba ManurungE ri
Matajang dan ManurungE ri Toro menghilang dari tempat duduknya. Salenrang dan payung kuning turut pula
menghilang membuat seluruh orang Bone pada heran. Oleh karena itu diangkatlah anaknya yang bernama La Ummasa
menggantikannya sebagai arung (Mangkau’) di Bone. 
 
Thx For Grandfather "Drs. Asmat Riady Lamallongeng"